Langsung ke konten utama

Sedang redup

Secara emang berat apa yang dikatakan oleh nabi, perang yang paling berat adalah perang melawan hawa nafsu. Keinginan merupakan sumber dari penderitaan seseorang, jiak keinginan itu belum terwujud maka jangan harap kalian bisa tidur dengan nyenyak. Sulitnya mengontrol hawa nafsu bisa dikatan amatlah rumit, bahkan banyak para ahli tafakur yang terpeleset, sebagai contoh adalah seorang caleg dari partai yang berasakan islam, ia terpergok sedang melakukan tidakan asusila disebuah panti pijat. Saya melihat itu memang sebuah tindakan yang tak wajar. Akan tetapi sulit buat seseorang untuk menguatkan iman di akhir zaman ini.

 

Dalam pemikiran saya ini sudah merupakan ketetapan dari Tuhan dan nabipun pernah berkata akan datang dimana suatu zaman orang-orang akan melakukan perbuatan maksiat tanpa batas. Yang dimaksud suatu zaman itu adalah zaman ini yang sekarang kita jalani. Ketetapan zaman yang kita jalani sekarang ini bukan hal yang mustahil lagi jikalau kita tak bisa lepas dari yang namanya maksiat.

 

Maksiat mudah sekali kita temukan dimana-mana baik itu dijalan, di tempat-tempat umum, di lingkungan kita sendiri, dan dimanapun kalian berada pastilah kalian menemukan yang namanya maksiat.

 

Omongan-omongan kita penuh maksiat, pandangan kita penuh maksiat, pendengaran kita dipenuhi maksiat, langkah kita pun demikian. Seakan kita ingin berlari dari maksiat tetapi maksiat itu selalu saja ada didepan kita. Apa yang harus kita lakukan di zaman ini, sedangkan kondisi ini memang untuk kita. Teknologi yang semakin canggih memang memudahkan aktivitas kita namun memudahkan kita juga untuk melakukan kezoliman.

 

Kadang saya sendiri sering putus asa, saya seperti orang linglung, kadang bener kadang mgawur, kadang beres kadang berantakan. Apakah ini yang dinamakan sejatinya individu ? . Saya yakin 100% tak ada individu yang sejati di zaman ini. Tatkala sekarang kita bangsa Indonesia akan segera memilih siapa kandidat orang nomor satu di negeri ini. Dengan obral janji dan celoteh manisnya mereka memberikan harapan. Lain dulu lain sekarang takkan ada pemimpin yang sehebat dulu karena ini zaman menuju kehancuran !!!

 

Kita semua hanya bisa harap-harap cemas dengan apa kondisi yang akan menimpa kita di hari depan dan kita hanya bisa mengatur strategi buat kedepan tanpa tau apakah strategi kita dapat berjalan dengan baik, sungguh mengenaskan hidup di alam dunia.

 

Semangat memang ada bahkan takkan pernah mati semangat orang-orang itu. Walau takkan pernah namun pastilah pernah meredup dan bahkan hampir mati dan akhirnya mati terpaksa ia mengmbil jalan pintas yaitu bunuh diri.

 

Boleh dikatakan saat ini api yang saya miliki ini meredup, dan berharap tak ada badai yang membuat apiku mati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cgrat Dwesf

Aku tak ingin membahas tentang apapun sepertinya hanya membuat aku berputar aku tetap ingin berjalan tidak kencang tidak pelan Yang kuhadapi segala selalu berbeda dan itu menyenangkan Aku bukanlah seorang yang pintar yang kuandalkan mungkin kesehatan yang sepertinya aku juga yang merusak Menghadapi adalah misteri segala sesuatu aku persiapkan aku berdoa agar senantiasa sehat Keceriaan yang pernah aku dapat rela telah aku tinggalkan kepercayaanku akan bahagia dimasa depan yang lebih berharga Mempelajari hidup akan susah dan sedihnya tak aku mengapa karena selagi muda mungkin iya atau tidak tak bahagia sudah terbiasa Selagi sehat maka haruslah ceria menulis membuat kata kata berlari lari bernyanyi dalam hati pada taman atau tanah lapang nan luas Inilah aku melawan resahnya kalbu dalam kata terangkai merdu buat aku atau buat kamu Setiap kejadian dalam waktu dimana aku harus melawan ragu tidak terbatas tahu tak mengapa harus disa...

Sinar Sudut Senja

Aku telusuri jejak tapak bungkam arti senja di sore hari masih terasa tersakiti Menutup makna atas kecewa sore melintas senja tapak cerita tentang apapun yang dikata Masih terasa dalam benak pikiran ini terlalu kelam antara rindu dan dendam kau pergi aku terdiam Masih aku lintasi jalan yang dulu aku telusuri namun sendiri disekitarnya semakin terpadati buah logika kala memelas diri Hati selalu saja berkata terkadang juga tidak bisa terima tak tersudah ini kecewa Pikiran ancam diri sudahlah ini tak berarti tetap saja ketika hati ingin dan melintasi jalur lintas memori akan tetap aku telusuri Senja dan sore saksi asa biar suasana ini tetap ada waktu tak bisa disangka baik buruk peluh nestapa kan ada bunga disudut sarana aku berharap dia menggantikanya menutup mata mengobati luka tak banyak yang bisa aku kata 03Juni2012_resapahlevi_