Langsung ke konten utama

Hmmm.... ^_^

oleh Reza Pahlevi pada 07 September 2009 jam 23:07

tak kusangka semua ini terjadi
apa-apa yang tak mungkin saat ini
sedikit tertawa dan menertawai diri
ketika mengingat waktu yang takkan kembali

mungkin tak ada yang percaya
bahkan pernah ku teteskan air mata
saat itu aku hanya bisa berdoa
dengan diri yang bodoh dan tak berdaya

semua tentang kesulitan
tanggung jawab serta beban
bukan hanya sekali atau dua kali ku dalam pelarian
berbuat dosa dan frustasi dengan kenyataan

untungnya ku punya banyak teman
yang baik serta pengertian
tak sedikit yang bisa melegakan perasaan
dikala hati sempit sesak tak karuan

apa artinya syukurku terhadap Tuhan
hanyalah makhluk hina yang senantiasa lupa
ku hanya bisa berusaha meyakinkaNYA
bahwa aku benar-benar bahagia karenaNYA

ku tuliskan ini dalam keadaan bahagia
semoga saja ku tak lupa
dengan kesulitan yang pernah ada
setidaknya kini ku benar-benar percaya
setiap sulit itu punya makna
pastikanlah sabar selalu melekat dalam dada
dan tentulah makna itu terkandung didalamnya

dan apa-apa yang ku raih saat ini tentunya juga merupakan peringatan
peringatan akan kelanjutan dari kisah kesulitan
dimana ini tak akan ada akhir
sampai mata tertutup oleh takdir
semoga Dia tetap kuatkanku tanpa tersingkir
oleh kenyataan yang nantinya membuatku kafir...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makin Memborok

Ini masa sulit Bukan...tapi agak berbelit Dan sedikit rumit Agak sedikit sakit Lelah tidak Tapi memang belum ada solusi Mengeluh adalah manusiawi Jalan buntu sukar bertindak Dalam hidup sudah biasa Adakala makin parah Jika berhenti melangkah Ya itulah asa dan susah Banyak yang bilang Susah senang karena uang Nyata itu memang Maha beri uang Bukan beri ruang Masih ada yang munafik Tentu matahari berbalik Tak akan ada jalan yang paling baik Selain untuk tidak terpublik Berkaca diri Menelaah ke dalam hati Masih jauh dari yg terdiri Memang masih kotor terakui sadar akan sebab ini terjadi Dampak dari kesenangan Hanya menambah penyesalan Benalukan penderitaan Kepada yg paling rentan Ia adalah cintanya Entah siapa yg benalu Atas cinta dan tipu Senang dibayar susah Lalu berkata baiklah Akui salah ambil hikmah Hanya semoga Cuma doa Dan usaha semampunya Membayar cicil demi upaya Melunasi bahagia

Cgrat Dwesf

Aku tak ingin membahas tentang apapun sepertinya hanya membuat aku berputar aku tetap ingin berjalan tidak kencang tidak pelan Yang kuhadapi segala selalu berbeda dan itu menyenangkan Aku bukanlah seorang yang pintar yang kuandalkan mungkin kesehatan yang sepertinya aku juga yang merusak Menghadapi adalah misteri segala sesuatu aku persiapkan aku berdoa agar senantiasa sehat Keceriaan yang pernah aku dapat rela telah aku tinggalkan kepercayaanku akan bahagia dimasa depan yang lebih berharga Mempelajari hidup akan susah dan sedihnya tak aku mengapa karena selagi muda mungkin iya atau tidak tak bahagia sudah terbiasa Selagi sehat maka haruslah ceria menulis membuat kata kata berlari lari bernyanyi dalam hati pada taman atau tanah lapang nan luas Inilah aku melawan resahnya kalbu dalam kata terangkai merdu buat aku atau buat kamu Setiap kejadian dalam waktu dimana aku harus melawan ragu tidak terbatas tahu tak mengapa harus disa...

Sinar Sudut Senja

Aku telusuri jejak tapak bungkam arti senja di sore hari masih terasa tersakiti Menutup makna atas kecewa sore melintas senja tapak cerita tentang apapun yang dikata Masih terasa dalam benak pikiran ini terlalu kelam antara rindu dan dendam kau pergi aku terdiam Masih aku lintasi jalan yang dulu aku telusuri namun sendiri disekitarnya semakin terpadati buah logika kala memelas diri Hati selalu saja berkata terkadang juga tidak bisa terima tak tersudah ini kecewa Pikiran ancam diri sudahlah ini tak berarti tetap saja ketika hati ingin dan melintasi jalur lintas memori akan tetap aku telusuri Senja dan sore saksi asa biar suasana ini tetap ada waktu tak bisa disangka baik buruk peluh nestapa kan ada bunga disudut sarana aku berharap dia menggantikanya menutup mata mengobati luka tak banyak yang bisa aku kata 03Juni2012_resapahlevi_